Bimbingan Konseling Online SMK Farmasi Bani Saleh Bekasi

Banner

hotline smk farmasi bani saleh

Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini379
mod_vvisit_counterKemarin659
mod_vvisit_counterMinggu Ini379
mod_vvisit_counterMinggu Lalu6643
mod_vvisit_counterBulan Ini15920
mod_vvisit_counterBulan Lalu19621
mod_vvisit_counterTotal445928

We have: 4 guests online
IP Address Anda: 38.107.179.241
 , 
Today: May 21, 2012
Nomor Induk Siswa Nasional
Link-link

direktorat pembinaan sekolah menengah kejuruan

webmail smk farmasi bani saleh bekasi

Bagi Anda yang memiliki aktivitas padat sehari-hari, seringkali harus bangun lebih awal, melakukan pekerjaan rumah lalu pergi kantor atau beraktivitas lain di luar rumah, dan pulang dengan kondisi yang lelah dan frustasi. Salah satu solusi untuk mengatasi lelah dan frustasi yang melanda adalah dengan relaksasi, dan cara yang paling sederhana adalah dengan tidur lebih awal. Tidur merupakan satu-satunya cara proses penyembuhan alami yang membantu badan untuk istirahat dengan mengisi ulang tenaga dalam tubuh setelah merasa lelah dan stress dari aktivitas sehari-hari, sehingga tubuh akan kembali pada fungsi normalnya keesokan harinya. Kebiasaan tidur lebih awal merupakan hal baik bagi kesehatan. 6 hingga 7 jam perhari merupakan waktu tidur rata-rata bagi orang dewasa, sedangkan pada anak-anak 8 hingga 9 jam, proporsi waktu tidur yang benar akan membantu meningkatkan kondisi kesehatan dan juga membantu meningkatkan kecantikan Anda. Kebiasaan tidur lebih awal memiliki banyak manfaat baik secara psikologis maupun jasmani berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan. Berikut ini 6 manfaat dari tidur lebih awal yang perlu Anda ketahui :

Mengurangi Stress

Sering mengalami stress dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti serangan jantung. Dan tidur merupakan cara alami terbaik untuk mengurangi stress sebagai media relaksasi pikiran. Pasa saat tidur tubuh akan memperbaiki kerusakan fisik dan mental yang menyebabkan tubuh menjadi stress dan memerangi berbagai penyakit.

Mengontrol dan mencegah penyakit

Bagi mereka yang memiliki kebiasaan tidur tengah malam atau begadang akan memiliki peluang lebih besar kemungkinan terkena penyakit jangka panjang seperti kanker dan gangguan jantung, hal ini karena terjadi peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol dalam tubuh. Kebiasaan tidur lebih awal akan membantu Anda mengontrol dan mengatur tekanan darah dalam tubuh dan mencegah dari berbagai penyakit.

Meningkatkan ketajaman ingatan

Tidur lebih awal juga membantu pikiran untuk menyimpan informasi yang telah diperoleh selama beraktifitas seharian dengan sangat terorganisir, sehingga dapat digunakan kembali atau dengan mudah diingat.

Meningkatkan kualitas hidup

Dengan tidur akan membantu meningkatkan kualitas hidup Anda dan membuat Anda menjadi lebih menikmati pekerjaan yang Anda lakukan sehari-hari.

Meningkatkan energi

Tidur lebih awal dan berkualitas akan membuat Anda lebih berenergi dan bersemangat dalam melakukan aktivitas keesokan harinya. Tidur lebih awal akan meningkatkan level energi dalam tubuh dan membuat Anda merasa lebih fresh saat bangun tidur keesokan harinya dan membantu melakukan pekerjaan lebih baik dan tepat waktu.

Membantu menjaga berat badan

Pola tidur yang salah misalnya tidur terlalu awal atau tidur terlalu larut dapat memicu pada masalah berat badan seperti obesitas atau sebaliknya menyebabkan penurunan berat badan. Masalah seperti ini dapat dicegah dan diperbaiki dengan lebih memperhatikan waktu tidur di malam hari.

Last Updated (Thursday, 17 May 2012 20:40)

 

Jika anda Flu, mungkin dianggap biasa dan bukan penyakit yang mematikan, seperti halnya di beberapa negara dengan empat musim, karena di negara kita tidak pernah mengalami perubahan suhu udara yang ekstrem, oleh karena itu flu sering dianggap ringan dan penderitanya lebih senang mengobati sendiri karena memang flu bisa diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas.Padahal, banyak penelitian terhadap penyakit influenza menunjukkan, tidak ada bedanya antara pasien yang mengonsumsi antibiotik dan yang tidak. Sama-sama akan sembuh.

Justru, mereka yang menggunakan antibiotik secara tidak rasional malah berpotensi mengidap penyakit baru, dan dalam jangka panjang, kuman di tubuhnya akan resisten terhadap antibiotik. Kondisi inilah yang membuat kuman resisten (superbug) makin mengancam. Jadi, sebelum memutuskan menebus antibiotik, Anda perlu mengetahui beberapa fakta antiobiotik dengan panduan dari dr. Zunilda Djanun, Spfk dari Departemen Farmakologi & Therapeutic FKUI.

  • Antibiotik adalah senyawa yang dibuat dari biota hidup, di antaranya adalah jamur dan tumbuh - tumbuhan. Dalam kelompok obat, antibiotik masuk dalam antimikroba. Antibiotik ditujukan untuk membunuh penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman (bukan virus, dan bukan parasit). Jadi, antibiotik tidak untuk melawan infeksi virus, pada influenza misalnya.
  • Banyak bakteri tidak berbahaya, bahkan menguntungkan tubuh. Bakteri itu hidup normal di dalam dan di luar tubuh manusia, kecuali di dalam darah dan cairan tulang belakang. Bakteri akan mengganggu tubuh ketika jumlahnya melebihi normal yang dikarenakan kekebalan tubuh kita sedang turun. Sementara, virus adalah mikroorganisme yang ukurannya jauh lebih kecil dari bakteri. Sebagai makhluk hidup, perangkat tubuh virus juga tidak lengkap sehingga ia tidak bisa hidup secara mandiri. Virus baru bisa berkembang biak ketika ia berhasil masuk dan menggunakan sel tubuh makhluk lain sebagai tuan rumah, termasuk sel tubuh manusia. Oleh karena itu, di luar tubuh tuan rumah, virus akan segera mati. Itulah sebabnya mengapa virus dianggap bukan makhluk hidup seutuhnya sehingga virus tidak dapat dibunuh oleh antibiotik. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita.
  • Selain flu, beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus dan tidak membutuhkan antibiotik adalah demam, sariawan, batuk biasa, bronkitis, radang tenggorokan, dan beberapa kasus infeksi telinga.
  • Terlalu sering mengonsumsi antibiotik sembarangan akan membuat kuman yang tadinya peka terhadap antibiotik menjadi tidak peka lagi. Penyebabnya, di antara kuman itu ada yang mengeluarkan enzim yang merusak antibiotik. Penyebab lainnya, kuman tersebut membentuk protein yang juga dapat menghancurkan antibiotik. Inilah yang disebut kondisi kuman kebal terhadap antibiotik. Proses terjadinya kekebalan kuman terhadap antibiotik sama seperti teori evolusi: makhluk hidup akan berusaha beradaptasi dengan lingkungannya dan berubah menjadi lebih kuat. Demikian pula dengan kuman. Sering kali kita salah paham bahwa tubuh kita yang sudah kebal, padahal yang benar adalah kuman yang ada dalam tubuh kitalah yang kebal terhadap antibiotik.
  • Kekebalan kuman terhadap antibiotik disebut-sebut sebagai salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak di dunia. Hampir semua jenis kuman saat ini menjadi lebih kuat dan tidak responsif lagi pada antibiotik, ketika antibiotik sedang diperlukan oleh tubuh. Celakanya, kekebalan terhadap antibiotik ini dapat dengan mudah menyebar pada anggota keluarga, rekan kerja, teman, dan lingkungan terdekat. Karena, lingkungan tersebut potensial terinfeksi kuman yang sudah resisten. Dengan kata lain, resistensi ini mengancam komunitas dengan penyakit infeksi yang lebih sulit disembuhkan.
  • Antibiotik adalah obat pendamping bagi daya tahan tubuh kita. Antibiotik hanya membuat sebagian kuman lumpuh. Selanjutnya daya tahan tubuhlah yang menghabisi kuman. Maka, penggunaan antibiotik untuk infeksi kuman yang tidak terlalu berat antara 3-5 hari.
  • Antibiotik hanya boleh diberikan pada infeksi kuman atau amuba. Penyakit yang membutuhkan antibiotik, antara lain, radang paru-paru, pneumonia, tifus, TBC, infeksi saluran kemih berat, juga infeksi kulit berat. Sebagian dari penyakit ini harus dibuktikan dulu melalui tes laboratorium.
  • Antibiotik tidak dapat dibeli bebas, harus dengan resep dokter. Sebab, dokterlah yang mampu memperkirakan letak infeksi, dan seberapa berat kadar infeksi tersebut.
  • Tidak seperti obat demam yang berhenti diminum ketika demam usai, antibiotik harus dihabiskan, bahkan ketika penyakit dirasa sudah membaik. Sejak awal pemberian, dokter sudah menakar kebutuhan untuk penyembuhan penyakit. Jadi, rumor yang mengatakan bahwa sekarang ada antibiotik yang boleh tidak dihabiskan, itu tidak benar.
  • Sebaiknya tak mengonsumsi obat sisa resep sebelumnya. Ada kecenderungan, masyarakat masih mengonsumsi sisa obat ketika mengalami penyakit yang sama. Padahal, kualitas obatnya sudah tidak bisa dijamin lagi.
  • Antibiotik bisa menyebabkan gangguan alergi pada tubuh seseorang karena tubuh memang memiliki sifat bereaksi terhadap zat tertentu. Gangguan alergi terhadap antibiotik (atau jenis obat tertentu) tidak dapat dicegah dan tidak dapat hilang. Jadi, cara paling tepat adalah menghindarinya. Biasakan mencatat jenis antibiotik yang diresepkan oleh dokter, jika sewaktu-waktu Anda bereaksi mengalami alergi. Anda bisa menghindari pemberian obat yang sama di kemudian hari.
  • Terlalu banyak mengonsumsi antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan penyakit baru. Kasus terbanyak adalah diare. Penyebabnya adalah terganggunya saluran cerna karena keseimbangan kuman (antara kuman baik dan kuman jahat) terganggu.
  • Sebelum ditemukan penisilin (antibiotik), setiap orang yang sakit akibat infeksi kuman, meninggal dunia. Penisilin ditemukan pada tahun 1927 oleh Alexander Flemming. Penemuan antibiotik adalah keajaiban. Namun, Flemming sendiri pernah mengatakan,”Obat ini tak akan ada artinya lagi, jika digunakan secara sembarangan.”
  • Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, rata-rata pasien menghabiskan 40% biaya resep untuk membeli obat antibiotik yang sebenarnya tidak diperlukan.

Last Updated (Wednesday, 09 May 2012 00:44)

 

Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:

  • Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan. Dengan bantuan media pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
  • Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. Media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
  • Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. Dengan media akan terjadinya komunikasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
  • Efisiensi dalam waktu dan tenaga. Dengan media pembelajaran tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Guru tidak harus menjelaskan materi ajaran secara berulang-ulang, sebab dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
  • Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Media pembelajaran dapat membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh. Bila dengan mendengar informasi verbal dari guru saja, siswa kurang memahami pelajaran, tetapi jika diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan dan mengalami sendiri melalui media pemahaman siswa akan lebih baik.
  • Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Media pembelajaran dapat dirangsang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar dengan lebih leluasa dimanapun dan kapanpun tanpa tergantung seorang guru. Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
  • Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar. Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.

Last Updated (Tuesday, 08 May 2012 05:58)

 

Bakteri ada di mana-mana, tanpa kita sadari bakteri memecah selulosa pada setiap kehidupannya, baik itu dalam hal fermentasi makanan ataupun memperbaiki nitrogen dalam tanah, di antara sejumlah kegiatan lainnya. Mengingat mereka di mana-mana dan  memiliki keanekaragaman fungsi, bioteknologi telah mencari penggunaan baru untuk berbagai jenis organisme mikroskopis, seperti mengkonsumsi tumpahan minyak atau bahkan menangkap gambar. Sekarang ahli biologi di University College Dublin di Irlandia telah menemukan bahwa keturunan Pseudomonas putida dapat diperoleh dengan secukupnya dalam diet minyak styrene murni  (minyak bekas Styrofoam yang  dipanaskan) dan, dalam proses, pengubahan dari masalah lingkungan kepada yang lebih berguna, yaitu biodegradable plastik.

Kevin O’Connor dan kolega Eropanya mengubah polystyrene menjadi minyak melalui pirolisis (sebuah proses yang memanaskan plastik berbasis petroleum ke 520 derajat Celcius tanpa adanya oksigen). Hasilnya dalam chemical coakteil terdiri lebih dari 80 persen minyak styrene ditambah volume rendah toxicants lain. Para peneliti kemudian memberi makan minuman ini untuk Pseudomonas putida CA-3, keturunan special dari mikroba tanah pada umumnya, sepenuhnya berharap bahwa minyak harus dimurnikan lebih lanjut untuk memungkinkan pertumbuhan bakteri.

Tetapi bakteri ini dikembang biakkan dengan pesat pada diet baru, mengubah 64 gram minyak styrene undistilled menjadi hampir 3 gram bakteri tambahan. Dalam proses, bakteri menyimpan 1,6 gram energi minyak styrene sebagai plastik biodegradable yang disebut polyhydroxyalkanoates, atau PHA. Plastik ini dapat bertahan hingga panas tetapi juga rusak lebih alami dalam lingkungan daripada produk-produk berbasis petroleum. Dengan demikian, meskipun proses biologi bertenaga menghasilkan beberapa produk sampingan yang beracun seperti toluena dan membutuhkan energi yang signifikan untuk mendorong pirolisis, bahan bakar itu berharap bahwa styrofoam (dan molekul plystyrene yang membuat itu) dapat menjadi lebih ramah lingkungan.

Hal ini akan menjadi kabar baik bagi AS, yang menghasilkan tiga juta ton polystyrene pada tahun 2000, menurut EPA, dan membuang 2,3 juta ton bahan, mengirim limbah untuk beristirahat selama tahun yang panjang di landfill. Polihidroksialkanoat  (PHA) dari proses ini bisa diubah untuk digunakan lebih produktif itu sudah digunakan untuk membuat segalanya dari cabang-cabangnya untuk vitamin. Dan proses barangkali tidak hanya berguna untuk membersihkan beker yang dapat dijual. Karena pada umumnya penerapan pirolisis untuk mengkonversikan plastic menjadi minyak dan banyaknya mikroorganisme mampu mengakumulasi PHA dari banyaknya molekul-molekul permanen, prinsip dari proses yang diuraikan di sini dapat diterapkan untuk daur ulang limbah plastik petrokimia apapun,” klaim para ilmuwan di koran menyajikan temuan mereka dalam 1 April masalah Lingkungan Sains & Teknologi. Rupanya, mendaur ulang bakteri juga.

 

Last Updated (Wednesday, 02 May 2012 20:17)

 

Sayuran tertentu ternyata ada juga yang pantang untuk dikonsumsi oleh penderita asam urat. Selain harus mengurangi makanan lain seperti daging, hati, serta beberapa jenis ikan, jenis sayuran apa saja yang pantang dikonsumsi oleh penderita asam urat tersebut ?

Asam urat adalah produk sampingan dari metabolisme purin. Kebanyakan makanan tinggi purin adalah daging, seperti daging sapi, hati, kalkun dan beberapa ikan. Namun, ada beberapa sayuran yang tinggi purin dan akan memicu peningkatan jumlah asam urat dalam tubuh.

Asam urat akan mengkristal dan terkumpul di persendian, menyebabkan inflamasi (peradangan dan pembengkakan) yang merupakan tanda-tanda dan gejala klasik dari asam urat. Istilah medis untuk terlalu banyak asam urat didalam aliran darah adalah hyperuricemia, berikut beberapa sayuran yang sebaiknya dipantang oleh penderita asam urat seperti yang dilansir Livestrong, beberapa waktu yang lalu :


Bayam

Bayam adalah sayuran berdaun hijau yang tinggi zat besi, vitamin C, luteins, beta-karoten dan flavonoid. Sayangnya bagi orang yang menderita gout atau asam urat, bayam merupakan salah satu sayuran yang harus dihindari karena kandungan purin tinggi. Menurut tabel makanan AcuMedico, untuk setiap 100 gram bayam terdapat 57 gram purin .

Asparagus

Dalam Asparagus terdapat kadar asam folat dan kalium yang tinggi, dapat dimakan baik panas atau dingin, setelah dimasak. Asparagus juga merupakan salah satu sayur yang sebaiknya dihindari untuk penderita asam urat karena kandungan purinnya yang cukup tinggi. Menurut AcuMedico, kandungan purin 23 g per 100 g asparagus.

Kembang kol

Kembang kol adalah sayuran silangan yang tidak sering ditemukan dimasukkan ke dalam makanan lain, tetapi seringkali disajikan dalam campuran sayuran atau sebagai lauk. Dalam daftar sayuran yang mengandung purin dalam jumlah tinggi, kembang kol juga termasuk salah satunya. Menurut AcuMedico, purin untuk kembang kol adalah 51 g per 100 g kembang kol.

Jamur

Ada kisaran 92-17 g purin per 100 g jamur, menurut AcuMedico. Hal ini pada daftar sayuran yang harus dihindari jika Anda mencoba untuk membatasi jumlah asam urat dalam tubuh. (Detik.com)

Sayuran Ini Pantang Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Last Updated (Thursday, 17 May 2012 20:44)

 
  • Harga Obat Sebaiknya Dikendalikan
    Dalam kurun waktu setahun terakhir, masalah harga obat setidaknya telah dua kali diangkat menjadi headline harian Kompas. Namun, harga obat tetap saja naik. Secara umum, obat dikategorikan menjadi 2, obat paten dan obat generik. Obat paten adalah obat yang masih mendapatkan perlakuan khusus, semacam monopoli, untuk periode tertentu. Selama masa tersebut, obat paten tidak memiliki [...]
  • Bagaimana dengan Kurikulum Fakultas Farmasi yang lain ?
    Berita ini sebenarnya sudah relatif lama. Saya sendiri baru membaca 3 hari yang lalu sewaktu mbah google mengirimkan berita tersebut via email ke alamat saya. Judulnya cukup provokatif, Bank Dunia Akui Kurikulum Fakultas Farmasi Unair. Untuk lebih jelasnya silahkan sejawat klik dulu link tersebut, dibaca, kemudian baru dilanjut meneruskan membaca tulisan saya ini. Oke, sudah tuntaskah [...]
  • Apoteker dan Praktek Kefarmasian
    Pada beberapa kesempatan bertemu dengan teman sejawat baik formal maupun informal saya masih sering mendengar keluhan bahwa PP 51/2009 cenderung membelenggu kebebasan apoteker. Para teman sejawat tersebut berargumentasi bahwa keharusan apoteker berada di apotek, misalnya, membuat apoteker tidak lagi bisa “nyambi” cari “objekan” padahal “take home pay” seorang apoteker yang berpraktek sepenuh hari tidak sepadan [...]
  • Bersinarlah Apoteker
    Artikel ini ditulis oleh sejawat Fajar Rp Menurut rekomendasi WHO, apoteker punya bintang tujuh (Seven Star Pharmacist), sementara dokter hanya lima bintang (Five Stars Doctor). Ada lima bintang serupa pada kedua profesi ini, namun tak ada ‘life long learner’ dan ‘teacher’ pada dokter.  Saya tak tahu mengapa. Dengan lebih banyak bintang, semestinya apoteker lebih bersinar, bukan? (Bahkan [...]
  • Sudahkan Presepsi Kita Sama ?
    Sejawat, maafkan kalau lebih dari 2 bulan saya absen memperbaharui isi portal ini. Tidak perlu banyak alasan, kecuali kealpaan saya mengombinasikan waktu dan gagasan, pemikiran atau ispirasi menjadi tulisan akibat cara saya mengelola waktu yang tidak efektif. Dalam kurun waktu tersebut banyak topik mengenai PP 51/2009 terdengar, terbaca maupun terucap pada beberapa kesempatan. Media yang dipakaipun [...]